keluarga widjaja

Saturday, October 20, 2007

PROYEKKATA: AKU

PROYEKKATA: AKU

Ah masakan kamu hanya separuh belaka
jadilah Kiki yang seutuhnya belaka
jika dirimu ingin menjadi utuh semata
klik link ini, temukan maknanya !

Monday, February 05, 2007

Banjir .... banjir ......

Hari Kamis tanggal 2 Februari 2007, Jabodetabek, termasuk Pamulang kedatangan tamu tak diundang, yaitu banjir. Sekitar pukul 11 malam, air mulai memasuki rumah kami, perlahan tapi pasti merayap naik hingga mencapai ketinggian sekitar 30 cm di dalam rumah. Namun di luar rumah (di jalan depan rumah kami), ketinggian air mencapai batas pinggang orang dewasa.

Hari Jumat pagi sebenarnya air sudah surut di dalam rumah, dan kami sudah sempat membersihkan rumah. Namun siang harinya air banjir mulai naik lagi dan mulai masuk ke dalam rumah. Ketinggian air kurang lebih sama, sekitar 30 cm. Baru menjelang senja air surut kembali dari dalam rumah. Kami pun membersihkan rumah lagi. Namun air baru benar - benar surut dari jalanan pada hari Sabtu siang (keesokan harinya).

Pada peristiwa banjir kali ini Rara cukup kooperatif saat dilarang main air. Namun beberapa hari sesudah banjir, bahkan hingga hari ini, nampaknya Rara mulai stress atau bosan. Rara tidak mau ditinggal sendirian untuk beberapa saat saja, padahal Bunda dan Bapak tentunya sibuk membereskan barang - barang yang masih bertumpukan sesudah peristiwa banjir ini.

Walaupun Rara sebenarnya sudah mengalami peristiwa banjir beberapa kali, namun hal itu tidak menyebabkan Rara kebal terhadap trauma pasca banjir. Rara kelihatan cemas takut akan terjadi banjir lagi. Belum lagi berita di TV yang memang gencar menyajikan informasi mengenai kondisi banjir di Jabodetabek. Namun demikian kami tetap berusaha tampak tenang dan menghibur Rara, walaupun di dalam hati kami sendiri juga cemas jika banjir susulan datang. Semoga banjir kali ini membawa hikmah positif bagi kami sekeluarga, khususnya bagi Rara.

Sunday, January 07, 2007

Sepanjang tahun 2006 banyak peristiwa yang terjadi dalam perjalanan hidup kami bertiga. Diantara peristiwa tersebut adalah :

Di bulan April 2006, setelah menjalani serangkaian test dan pemeriksaan, Rara didiagnosa mengalami pubertas dini atau pubertas precox oleh dr Aman B Pulungan. Penyebab pubertas dini ini tidak diketahui dengan pasti, namun untuk menghambat pertumbuhan hormon pubertas ini, Rara harus mendapatkan suntikan leuproreline setiap 4 minggu sekali. Tidak mudah bagi kami untuk memutuskan pengobatan ini. Setelah mencari informasi di sana - sini, mendengarkan opini pihak ketiga, akhirnya mulai bulan Mei Rara mulai menjalani pengobatan dengan leuproreline.

Di bulan Mei 2006 Rara lulus dari TK B Al Azhar 19 Pamulang. Sayangnya Rara tidak bisa melanjutkan ke SD Al Azhar Pamulang, karena sekolah tersebut belum bisa menerima anak berkebutuhan khusus. Jadi Rara melanjutkan ke sekolah khusus Spectrum di Bintaro, tempat terapinya selama ini.

Di bulan Juli, Rara mulai bersekolah di kelas Prep B di Spectrum. Berbeda dengan sekolah sebelumnya, murid di sekolah yang baru ini lebih sedikit, satu kelas hanya berisi 3 sampai 4 anak, semuanya berkebutuhan khusus. Walaupun di awal masa sekolah Rara sempat kesulitan untuk beradaptasi, namun seiring dengan berjalannya waktu, Rara mulai bisa beradaptasi dan mengikuti kegiatan sekolah dengan gembira.- Masih di bulan yang sama,di akhir bulan, Rara sakit campak. Karena sakit ini, Rara tidak dapat menghadiri resepsi pernikahan Om Anton dan Tante Lia.

Di bulan Desember, Rara mendapatkan terapis rumah baru, Ibu Ami. Rencananya Ibu Ami akan menggantikan Ibu Ira yang setelah lulus dari jurusan Piskologi UIN akan pulang selama beberapa waktu ke Riau. Ibu Ami adalah adik kelas Ibu Ira di jurusan Psikologi UIN. Di sekolah, ada dua peristiwa yang patut dicatat, yaitu kunjungan ke Alfa Bintaro dan acara peringatan Hari Ibu. Pada kunjungan ke Alfa Bintaro, murid - murid sekolah Spectrum pergi berbelanja peralatan sekolah dan membayar sendiri barang - barang yang dibelinya di kasir. Pada acara peringatan Hari Ibu, Rara dan Bunda memakai pakaian nasional ke sekolah. Rara bersama teman - teman membuat kartu ucapan di kelas, semntara Bunda dan ibu - ibu yang lain memasak untuk snack murid - murid.

Sebenarnya masih banyak lagi peristiwa yang terjadi selama satu tahun ini, yang tersimpan dalam laci ingatan kami. Namun tentu saja tidak dapat kami ungkapkan semuanya di blog ini. Besar harapan kami bahwa semua peristiwa yang terjadi itu memberikan pelajaran dan membawa manfaat bagi kami semua.

Berikut adalah foto dari sebagian kegiatan di sekolah Rara. Di sebelah kiri adalah foto pada acara peringatan Hari Ibu, Rara memakai kebya berwarna pink, sedang duduk bersama teman - temannya. Sementara di sebelah kanan, Rara, teman - temannya, dan Ibu guru sedang berjalan - jalan di Alfa Bintaro.






Labels:

Saturday, December 23, 2006




Pada akhir bulan November yang lalu Rara, Bapak dan Bunda jalan - jalan ke Tanah Tingal di Ciputat. Tanah Tingal merupakan tempat wisata outbound untuk keluarga, dengan wilayah yang cukup luas. Di dalamnya ada danau buatan, rumah pohon, kolam renang, dan beberapa fasilitas outbound.




Tetapi kami tidak mencoba melakukan aktifitas outbound, kami hanya berjalan - jalan dan menikmati udara segar. Di dalam wilayah tersebut juga terdapat kebun pembibitan anggrek, tempat untuk mengamati burung - burung, bahkan museum.








Labels:

Friday, December 01, 2006


Baru - baru ini salah seorang sahabat kami, Lita mengirimkan hasil karyanya yang paling baru, yaitu croissant (baca : kroasang). Lita adalah sahabat kami yang memiliki banyak hobi, antara lain memasak.
Bagi Rara, Lita adalah seorang "tata" alias tante yang baik hati dan penuh perhatian. Walaupun Rara saat ini sedang berdiet gluten dan casein, yang berarti Rara tidak bisa menikmati croissant ini, bukan berarti kami tidak dapat membayangkan kelezatannya. Dari penampilan yang sungguh menggiurkan, kelezatan croissant ini sungguh tak terkira.

Sukses untuk tata Lita atas kreasi terbarunya, tetap semangat dalam berkarya !


Labels:

Monday, November 27, 2006

Beberapa kejutan yang menyenangkan ....
Beberapa hari belakangan ini ada dua kejadian yang mengejutkan sekaligus menggembirakan. Kejadian pertama adalah pada hari Sabtu 25 November 2006 yang lalu. Hari itu kami (Rara dan Bapak Bundanya) mengunjungi rumah Yangkung di Lenteng Agung. Biasanya Rara nggak mau turun dari mobil. Walaupun dibujuk - bujuk, tetap tidak mau turun. Hari Sabtu itu, sebelum berangkat, kami sudah mempersiapkan social story, bahwa kita akan pergi ke rumah Yangkung di Lenteng Agung, Rara harus pintar, mau turun dari mobil. Duduk di ruang tamu, boleh main di sana sampai waktunya pulang. Sesampainya di sana, walaupun awalnya tidak mau turun, setelah dibujuk oleh Bunda, Rara mau turun. Rara juga mau salam kepada Yangkung dan Yangti. Rara benar - benar pintar, bersikap manis sampai pulang ke rumah lagi.
Kejadian kedua adalah pada hari Minggu 26 November 2006, di sore hari kami berniat mengunjungi rumah Akung dan Uti. Sebagai tambahan informasi, untuk membedakan sebutan, kakek dan nenek dari pihak Bapak dipanggil Yangkung dan Yangti. Sedangkan kakek dan nenek dari pihak Bunda dipanggil Akung dan Uti. Tapi karena esoknya adalah hari Senin, dan Rara belum mengerjakan PR, maka Bunda mewanti - wanti bahwa kita akan sebentar di rumah Akung, terus pulang dan Rara mengerjakan PR. Sesampainya di rumah Akung, Rara rewel dan marah - marah hingga menangis. Bapak, Bunda, Akung, dan Uti, heran dan bingung, karena biasanya Rara senang berkunjung ke rumah Akung. Karena Akung dan Uti mau pergi melayat tetangga yang meninggal, akhirnya kami hanya sebentar di rumah Akung. Rara yang masih kesal dan menangis mau pulang. Sesampainya di rumah, Rara masih marah - marah dan menangis. Ketika ditanya apakah Rara mau mengerjakan PR, Rara dengan tegas menjawab : ya ! Akhirnya Rara mengerjakan PR dengan gembira, dan suasana hatinya tetap gembira sampai waktu tidur tiba.
Kejadian ketiga, berlangsung pada hari Senin 27 November 2006, dimana Rara yang selama ini terbiasa naik mobil pribadai atau naik taksi, diajak naik angkot bersama Bunda. Sepulang sekolah, karena Bapak atau Akung tidak bisa menjemput, maka Bunda dan Rara rencananya naik taksi. Tapi karena lama menunggu taksi, Bunda memutuskan untuk naik angkot bersama Rara, setelah sebelumnya diwanti - wanti bahwa naik angkot ini akan memakan waktu lama. Akhirnya Bunda dan Rara naik angkot dari Bintaro ke Pamulang, menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam. Hebatnya Rara menikmati perjalanan itu.
Alhamdulilah, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, dari kejadian - kejadian itu Rara sudah menunjukkan kemajuan. Rara sudah menunjukkan kemampuan beradaptasi yang baik di rumah Yangkung dan dalam perjalanan dengan angkot. Sementara pada hari Minggu, Rara menunjukkan rasa tanggung jawabnya ingin mengerjakan PR.

Friday, September 08, 2006


Salam,

Perkenalkan, kami adalah keluarga Widjaja, yang terdiri dari :
- Hendra Widjaja (ayah)
- Hendarti Sri Wulandari (bunda)
- Naura Kamila (anak)
Kami membuat blog ini untuk mengabadikan momen - momen perjalanan keluarga kami di dalam mendampingi / mengasuh buah hati kami, Naura Kamila. Rara (nama panggilan kesayangan Naura) pada usia 2 tahun didiagnosa sebagai penyandang gangguan autis. Autisme adalah gangguan perkembangan pada anak, yang ditandai dengan ketidakmampuan anak untuk bersosialisasi, berkomunikasi, dan mengekspresikan emosi secara tepat.
Sejak usia 2 tahun Rara menjalani berbagai terapi untuk membantu agar ia dapat tumbuh dan berkembang, mampu mengembangkan kemampuan bersosialisasi, berkomunikasi dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya, juga agar ia dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Hingga kini, tak terasa waktu telah berjalan hampir 5 tahun kami berjuang bersama, dan telah banyak pula kemajuan dan perkembangan yang dialami Rara. Namun demikian jalan panjang berliku masih harus kami tempuh seiring dengan perkembangan usia Rara.
Harapan kami dengan mengabadikan perjalanan keluarga kami di dalam mengasuh dan membesarkan Rara, dapat menjadi pelajaran bagi keluarga - keluarga lain yang juga memiliki anak seperti Rara.